Form Pengguna



Hidup Mulia Sepanjang Masa

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 
  1. Tidak ada kehidupan yang sangat mulia, dan arti hidup yang sebenarnya kecuali di surga. Dan tidak ada kehidupan yang abadi kekal kecuali di akhirat kelak, mungkin di surga atau bias jadi di neraka. Semoga kita berada di sorga, abadi selama-lamanya. Amiin
  2. Hidup adalah karunia Allah, bukan datang dengan sendirinya, tetapi betul-betul atas kehendak Allah, atau kebetulan. Tetapi, betul-betul atas kehendak Allah, segala-galanya dari Allah, dan pasti ditentukan nasib dan lamanya hidup oleh Allah. Ingat, jangan sampai merasa tidak diberi Allah, atau malah merasa bahwa hidup adalah milikku dan terserah pada ku.
  3. Hidup adalah ujian. Selama hidup adalah dalam ujian. Hasil ujian tidak diberikan ketika orang dalam ujian. Hasil akan diberikan di akhirat kelak. Ujian bias saja soal nya sulit atau mudah. Allah menguji seseorang dengan yang serba baik, bisa jadi yang serba buruk. Ketika mendapat kemudahan atau kebaikan harus bersukur, ketika ditimpa kesulitan dan musibah harus bersabar. Setiap hari harus bertambah baik, sehingga nilai akhir adalah lulus ke sorga.
  4. Tantangan hidup. Siap atau tidak siap, sedikitnya setiap orang akan menghadapi 3 tantangan hidup yang cukup berat, yaitu dorongan hawa nafsu yang jahat, godaan syetan sepanjang hidup, dan ujian Allah SWT.
  • Hawa nafsu inginnya, enak, bebas, dan dekat
  • Syetan, menyesatkan manusia supaya bertentangan dengan syariah dan menjahui jalan yang lurus (agama islam).
  • Ujian Allah, untuk mengetahui siapa yang paling bertaqwa.
  1. Prestasi hidup, Predikat tertinggi sebagai prestasi hidup seseorang dihadapan Allah nanti adalah taqwa. Dengan sendirinya Presdis itu adalah sorga yang abadi selama-lamanya. Taqwa bisa dicapai dengan iman, ibadah, amal sholeh dan kebajikan-kebajikan yang benar, baik, berkwalitas dan masyru’ serta ikhlas hanya karena Allah.
  2. Pertolongan Allah dalam kehidupan, mau mengakui atau tidak bahwa hidup seseorang adalah dari Allah dan dari pertolongan Allah makhluk manapun di bumi kafir atau muslim diberi rizki oleh Allah. Tetapi di akhirat kelak, tidak mendapat apapun, bahkan malah mendapat siksa. Adapaun orang benar-benar muslim akan mendapat akhirat plus dan pertolongan, barokah dan jiyadah di dunia. Apalagi menolong agama Allah.
  3. Memperpanjang hidup, panjang atau pendeknya hidup berada ditangan Allah. Kalau ajal sudah datang tidak seorangpun yang bisa menundanya. Walaupun ia akan bertobat atau beramal sebanyak mungkin sekalipun. Yang bisa bertahan dan menyambung amal kebajikannya hanyalah 3 perkara:
  • Shodaqoh jariyah, maka kita harus berharta.
  • ‘Ilmu yungtaf’au bihi, maka kita harus mengajarkan ilmu naafi’ (guru) kepada siapapun.
  • Waladun sholeh yad’ulahu, maka kita harus punya anak, dan anak kita harus kiahi  (faham agama), jangan kepalang tanggung. Ingat,
  1. Lingkungan hidup yang baik. Harus dimulai dari kehidupan keluarga yang islami, bukan ala barat. Sedikitnya ayah dan ibu keluarga menjadi contoh keluarganya dalam menerapkan kewajiban-kewajiban islam, seperti sembahyang, membaca Al quran, berdoa, dan sesuai sunnah yang diatur sesuai dengan ajaran-ajaran islam. Lama-lama akan menjadi kebiasaan, tradisi dan lingkungan yang islami.
  2. kehidupan yang bahagia dalam keluarga. Rasa bahagia, bermuara dari hati. Sedangkan hati adalah kerajaan dan kuasa Allah. Oleh sebab itu, hati yang tidak disertai iman atau keyakinan kepada Allah pasti gersang, tidak puas (ngangah) bahkan berontak. Maka apapun dan siapapun yang bersangkutan harus didasari iman atau islam. Ingat nasehat Rasulullah SAW 4 hal yang menyebabkan seseorang merasa bahagia:
  • Suami atau istri sholih dan sholihah, hal harus.
  • Anak-anaknya berbakti kepada orang tuanya, memilih jadi harus dididik.
  • Kawan-kawannya dari orang-orang yang sholeh, jadi harus memilih.
  • Rezekinya harus berdekatan, jadi harus berusaha punya sumber rezeki yang dekat. sewaktu-waktu bisa diambil (dimakan)

10.  Mamagement kehidupan keluarga, tidak ada management yang paling islami, dan paling sederhana dan paling canggih untuk mengatur kehidupan sosial atau keluarga kecuali dengan management sholat berjama’ah. Sholat = salam, artinya kesejahteraan atau keselamatan prakteknya, ma’mum harus mengikuti imam dengan baik. Seandainya imam bersalah boleh dibetulkan tetapi dengan bijaksana, sehingga sholat jama’ah nya tidak batal atau berhenti. Bahkan niat antara imam dan ma’mum harus sama, sehati dan saling menjaga ketenangan atau tuma’ninah, dengan niatan ibadah kepada Allah SWT.

11.  Tolong menolong dalam kehidupan, adalah buah dari persaudaraan. Tolong menolong diperbolehkan dengan siapa saja tanpa dibatasi oleh agama, golongan, ras atau bahasa asalkan saling menguntungkan dan positif. Apalagi tolong menolong antara kita satu agama, satu negara, satu pondok atau tunggal guru. Tolong-menolong dalam islam tidak hanya dalam urusan duniyawi tetapi juga dalam urusan ukhrowi. Saling membetulkan, saling menasehati, saling mendo’akan, betul-betul dianjurkan oleh islam. Sebaliknya saling merugikan dan bermusuhan dilarang oleh agama. Hasilnya, saling mendapatkan untung dunia akhirat dan mengurangi  beban penderitaan. Ingat nasehat agama,


12.  Mencari sumber penghidupan yang halal. Mencari rizki dalam islam hukumnya wajib, untuk memenuhi kebutuhan dirinya, keluarganya, bahkan untuk beribadah dan menopang perjuangannya. Usaha apasaja boleh dilakukan asal halal dan diperbolehkan oleh agama. Sebaik mungkin, dan sebanyak mungkin. Tetapi harus diyakini bahwa semua rejiki datangnya dari Allah, demikian juga besar dan kecilnya. Semua mencari rezki harus diniati untuk ibadah kepada Allah dan disertai taqwa dan doa’ kepada Allah. Insya Allah akan memudahkan, melapangkan dan menjadikan berbarokah dan mendapat pahala. Dan setelah mendapatkan rizki harus bersyukur kepada Allah dan tidak beranggapan bahwa dapatnya rizki itu dari kepandaiannya atau dari managemennya.

13.  Hidup ala binatang, setiap mumin percaya sepenuhnya kepada Allah SWT, dan taat patuh terhadap syari’ahnya. Sebaliknya orang kafir, mengingkari Allah, dan syari’ah-Nya. Tujuan utama dari hidupnya tak ubahnya ghorizoh binatang yang hanya berkisar makan tidur dan kawin sebagaimana yang Allah ceritakan dalam Al-quran,

14.  Standar sukses dalam kehidupan, karena terbiasa melihat dunia dan hidup dalam dunia, kebanyakan orang terlupa bahwa:

  • Dunia ini bukan tujuan, tetapi hanya jembatan. Maka sukses dalam dunia bukan jaminan sukses di akhirat kelak.
  • Untuk hidup sukses di akhirat, harus mengikuti petunjuk dari pemilik akhirat. Jadi setandarnya bukan keenakan di dunia, tetapi bisa jadi sebaliknya. Mengikuti petunjuk Allah di dunia dan menjalaninya dangan baik itulah yang mengantarkan sukses sebenarnya di akhirat kelak.

15.  Cita-cita hidup dan programnya, orang hidup harus bercita-cita. Cita-citanya tidak boleh menyimpang dari kehendak Allah. Sebab Allah yang memiliki diri manusia dan apa saja yang dimilikinya. Maka programnya harus meniru Rasulullah SAW seperti apa  dan bagaimana beliau Yang benar-benar dikehendaki oleh Allah supaya hidupnya sesuai dengan harapan Allah, yaitu mulia terhormat di akhirat bertempat di surga selama-lamanya.

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043899
Hari IniHari Ini57
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini234
Bulan KemarinBulan Kemarin662
TotalTotal43899
Pengunjung
Ada 6 tamu online
Media Komunikasi