Form Pengguna



Hikmah di Balik Penciptaan Setan

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

Setan atau yang dalam bahasa Arab disebut (syaithoon) berasal dari kata kerja syathana yang mengandung arti menyalahi, menjauhi, lalu subjeknya menjadi syaithoon. Dalam kamus al-Munjid disebutkan bahwa syaithoon adalah sebuah jiwa yang nakal dinamakan demikian karena dia menjauhi kebaikan dan kebenaran. Secara istilah, setan adalah makhluk durhaka yang perbuatannya selalu menyesatkan dan menghalangi dari jalan kebenaran (al-haq). Makhluk durhaka seperti ini bisa dari bangsa jin dan manusia (QS. 114: 1-6/QS. 6:112). Makhluk yang pertama kali durhaka kepada Allah adalah iblis. Maka iblis itu disebut setan. Keturunan iblis yang durhaka juga disebut setan (QS. 2: 36/4: 118).
Dalam menggoda manusia, setan dari bangsa jin itu masuk ke dalam diri manusia, membisikkan sesuatu yang jahat dan membangkitkan nafsu yang rendah (syahwat). Selain menggoda dari dalam diri manusia, setan juga menjadikan wanita, harta, tahta, pangkat dan kesenangan duniawi lain sebagai umpan hingga akhirnya manusia tergoda. Maka manusia yang telah mengikuti ajakan setan, menjadi hamba setan, dalam al-Quran juga disebut setan (QS. 38: 37-38) dan golongan mereka juga disebut golongan setan (hizbusy-syaithan - QS. 58: 19).
Baik setan dari bangsa jin maupun dari bangsa manusia terus menerus berupaya untuk menyesatkan manusia. mereka bahu rnembahu untuk menyebarkan kemungkaran dan kemaksiatan. Mereka kuasai berbagai media, termasuk televisi, mereka sebarkan kisah-kisah misteri dan kemaksiatan demi uang dan kesenangan duniawi tanpa peduli umat manusia rusak atau tidak akidahnya dan akhlaknya. Itulah sumpah setan di hadapan Allah untuk menggoda manusia dari berbagai sudut yang bisa mereka masuki. (QS. 7:17).
Al-Qur’an sudah menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta dan semua isinya tidak ada satu pun yang penciptaan-Nya adalah sia-sia, termasuk di dalamnya penciptaan setan.

Adapun hikmah di balik penciptaan setana adalah:

  1. Untuk menguji keimanan dan komitmen manusia beriman terhadap perintah Allah. Karena setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah pasti akan diuji (QS. 29:2). Jika dengan godaan setan seorang mukmin tetap istiqamah dengan keimanannya, maka derajatnya akan ditinggikan oleh Allah dan hidupnya akan bahagia. Tetapi jika ia tergoda dan mengikuti ajakan setan, derajatnya akan jatuh, hina kedudukannya dan dipersulit hidupnya oleh Allah. (QS. 41: 30-31).
  2. Menguji keikhlasan manusia beriman dalam mengabdi kepada Allah, Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menciptakan jin dan manusia tidak lain supaya mereka mengabdi kepada-Nya (QS. 51: 56). Kemudian setan datang menggoda manusia, membangkit-bangkitkan syahwat kepada kenikmatan duniawi, rnembisikkan ke dalam hatinya angan-angan kosong dan keraguan, supaya manusia lupa terhadap tujuan dan tugas hidupnya di dunia. Jika manusia tetap sadar akan tujuan dan tugas hidupnya di dunia, dia akan tetap ridha menjadi hamba Allah dan mengabdi kepada-Nya. Terhadap hamba Allah seperti ini, setan tidak akan rnampu menggodanya (QS. 15: 40). Tetapi jika manusia tergoda, pada gilirannya ia akan menjadi hamba setan.
  3. Untuk meningkatkan perjuangan di jalan Allah. Sebab tanpa ada setan yang memusuhi kebenaran, maka tidak akan ada semangat perjuangan (jihad) untuk mempertahankan kebenaran. Sedangkan jihad di jalan Allah juga merupakan bukti penting manusia beriman dan ridha sebagai hamba Allah.
  4. Allah hendak memberi pahala yang lebih besar kepada para hamba-Nya.  Semakin besar godaan setan kepada manusia dan dia mampu menghadapinya dengan baik, maka semakin besar pahalanya di sisi Allah (QS. 3: 195).
  5. Agar manusia waspada setiap saat, selalu memperbaiki kesalahan, meningkatkan kualitas ibadah dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah karena setan senantiasa mengintai kelengahan manusia. Sekejap saja manusia lengah, setan akan masuk, lalu mengacaukan hati dan syahwat. Tapi orang yang selalu waspada, akan senantiasa ingat kepada Allah sehingga setan tidak punya kesempatan untuk mengganggunya.







 
 
 
 

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043928
Hari IniHari Ini86
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini263
Bulan KemarinBulan Kemarin691
TotalTotal43928
Pengunjung
Ada 9 tamu online
Media Komunikasi