Form Pengguna



IMPIAN SANTRI

Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 

Lembut embun di pagi yang cerah
Termenung dan menerawang di pinggir sawah
Bukan di sebuah villa yang mewah
Atau di perumahan pondok indah.

Mata tertuju ke arah bawah
Memandang tanah yang pecah-pecah
Sayup-sayup ku mendengar dakwah
Ternyata dari toa Riayah.

Berlari ke Riayah ku kejar waktu
Seakan-akan akulah pelari nomor satu
Ternyata aku sedang diburu
Oleh riayah yang melotot di depan pintu.

Duh Umi, anakmu ini……….
Bangun subuh terlambat lagi
Akhirnya ku di suruh lari kesana kemari
Muter-muter di lapangan reformasi.

Beginilah nasib seorang santri
Selalu didenda dan disangsi
Memang semua kesalahan diri sendiri
Maka harus ku introspeksi dan mawas diri.

Namun aku bangga pada mereka
Ustadz-ustadzku di Arrisalah
Mereka berjuang tak kenal lelah
Hanya berharap ridhoNya dan barokah.

Ku ingin seperti mereka
Berjuang ikhlas lillahi ta’ala
Tanpa mengharap balas dan jasa
Hanya surga yang dinantinya.

Bila aku lulus nanti
Do’aku tulus untuk mengabdi
Takkan putus kuterus meminta
Pada Allah yang maha kuasa.

Amin yaa mujiibassa’iliin…………………………………………..

Oleh; NN

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
054925
Hari IniHari Ini49
KemarinKemarin84
Minggu IniMinggu Ini133
Bulan KemarinBulan Kemarin2410
TotalTotal54925
Pengunjung
Ada 7 tamu online
Media Komunikasi