Form Pengguna



Keutamaan Shalat Malam

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

Sesungguhnya di antara amal ibadah yang paling afdhal dan ketaatan yang paling mulia yang dianjurkan oleh Islam adalah qiyaamullail, dia adalah kebiasaan orang-orang yang shaleh, perniagaan orang-orang yang beriman, pada saat malam hari orang-orang yang beriman berkhulwah dengan Rabb mereka, mengadukan keadaan mereka kepada-Nya, serta mereka memohon dari karunia-Nya. Mereka tenggelam dalam bermunajat kepada Tuhan mereka, dengan penuh rasa harap dan merendah kepada Tuhan yang menganugrahkan segala kebaikan, pemberian dan anugerah yang agung, Allah, Tuhan Yang Maha Suci.


Firman Allah Ta'ala:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17).
Allah telah menyebut mereka dengan sebutan yang paling baik.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Al-Dzariyat: 15-18)


Firman Allah Ta'ala: “(apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Al-Zumar: 9). Dari Abu Umamah Al-Bahily ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian bangun malam, sebab dia adalah kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kalian, dia mendekatkan kalian kepada Tuhan kalian, menghapuskan keburukan dan mencegah perbuatan dosa". (Sunan Turmidzi: 5/553 no: 3549. Abu Isa Al-Tirmidzi berkata: hadits ini adalah hadits yang lebih shahih dari hadits Abi Idris dari Bilal dan dishahihkan oleh Albani di dalam shahih Tirmidzi 3/178 no: 3801). Dari Abi Malik Al-Asya'ri ra dari Nabi SAW berkata: “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah kamar di mana yang luar tanpak terlihat dari arah dalam dan yang dalampun tanpak terlihat dari arah luar, Allah menyediakannya bagi orang yang memberikan makan kepada orang yang membutuhkannya, menyebarkan salam dan shalat pada waktu malam saat manusia tenggelam dalam tidur mereka". (Shahih Ibnu Hibban: 1/363 no: 509). Dari Sahl bin Sa'd ra berkata: Jibril datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Muhammad hiduplah sekehendakmu sebab kamu pasti akan mati, berbuatlah sekehendakmu sebab kamu akan diberikan balasan dengannya, cintailah siapapun yang engkau kehendaki sebab engkau pasti meninggalkannya, dan kethuilah bahwa ketinggian derajat seorang mu'min ada pada bangun malam dan kemuliaannya terletak pada ketidakubtuhannya terhadap manusia". (Mu'jamu Thabranil ausath 4/306 no: 4278 dan Al-mudziri di dalam kitabnya: Al-Targib wat Tarhib: 1/485 dengan sanad yang hasan).


Firman Allah Ta'ala:  
“1. Hai orang yang berselimut (Muhammad). 2. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari kecuali sedikit (daripadanya), 3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. 4. Atau lebih dari seperdua itu. dan Bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil: 1-4).


Firman Allah Ta'ala:
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al-Isro': 79). Dan Nabi SAW menerima dan menjalankan petunjuk rabbani yang mulia ini. Aisyah ra berkata: Apabila Rasulullah SAW shalat malam maka beliaupun bangun sehingga kedua kaki beliau membengkak, Aisyah berkata: “Apakah engkau melakukan hal ini padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lampau dan yang akan datang. Maka Rasulullah SAW menjawab: Wahai Aisyah, tidakkah lebih bagiku menjadi hamba yang pandai bersyukur?“. (Shahihl Bukhari: 1/352 no: 1130)
Hudzaifah ra berkata: Pada suatu malam aku shalat bersama Nabi SAW maka beliau memulai bacaannya dengan membaca surat Al-Baqarah. Aku berkata kepada diriku: Dia akan ruku' pada ayat ke sertaus, namun beliau tetap melanjutkan bacaannya. Maka aku berkata kembali pada diriku: Beliau akan menghabiskan satu rekaat dengan surat Al-Baqarah. Namun beliau tetap melanjutkan bacaannya, kemudian aku berkata: dia akan ruku' bersamaan dengan habisnya surat tersebut, kemudian beliau mulai membaca surat Al-Nisa' dan membacanya sehingga habis, kemudian membaca surat Ali Imron dan membacanya secara pelan-pelan, apabila membaca ayat yang terdapat tasbih maka beliau bertasbih dan apabila melewati ayat yang terdapat perintah untuk memohon kepada Allah maka beliaupun memohon kepada Allah dan apabila melewati ayat yang memerintahkan untuk memohon perlindungan maka beliaupun memohon perlindungan kepada Allah". (Shahih Muslim: 4/537 no: 773).


Dan Nabi SAW memerintahkan dan menganjurkan para shahabatnya untuk bangun malam dan beliau SAW bersabda tentan Abdullah bin Umar: Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah jika dia mendirikan shalat dari waktu malamnya". Salim bin Abdullah bin Umar berkata: Maka Abdullah bin Umar setelah itu tidak tidur malam kecuali sedikit sekali". (Shaihul Bukhari: 1/350 no: 1121, shahih Mslim: 4/1927 no: 2478).
Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk bangun malam dan beliau bersabda: “Shalat yang paling afdhal setelah shalat malam adalah shalat malam". (Bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya: 2/821 no: 1163 dari hadits Abi Hurairah ra.).


Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam dengan membaca sepuluh ayat maka dia tidak tercatata sebagai orang yang lalai, dan barangsiapa yang bangun untuk shalat malam dengan membaca seratus ayat maka dia ditulis termasuk orang-orang yang tunduk, dan barangsiapa yang bangun malam untuk beribadah dan membaca seribu ayat maka dia ditulis termasuk orang-orang bersungguh-sungguh (dalam beribadah) ". (Sunan Abi Dawd: 2/57 no: 1398).


Dan waktu shalat malam adalah sejak selesai shalat Isya’ sampai azan fajar. Dari Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Shalat malam itu dua rekaat dua rakaat dan jika salah seorang di antara kalian merasa khawatir akan datangnya waktu subuh maka hendaklah dia shalat satu rekaat sebagai shalat witir baginya terhadap rekaat-rekaat yang telah dikerjakannya".(HR. Bukhari: 1/353 no: 1137 dan Muslim: 1/516 no: 749).
Dari Jabir ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang khawatir bahwa dirinya tidak bangn pada waktu malam hari maka hendaklah dia menunaikan shalat witir pada waktu awal malam dan barangsiapa yang berharap akan bangun pada akhir malam maka hendaklah dia menerjakan shalat witir pada waktu akhir malam, dan shalat akhir malam disaksikan dan hal itu lebih baik". (HR. Muslim 1/520 no: 755).
Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tuhan kita yang Maha Tinggi turun pada setiap malamnya menuju ke langit dunia ketika sepertiga akhir dari malam masih menyisa, dan Dia berkata: Siapakah orang yang memohon kepada-Ku maka Aku akan mengabulkan permohonannya dan barangiapa yang meminta kepadaku maka Aku akan memberikan permintaannya dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan memberikan ampunan baginya". (HR. Bukhari: 1/356 no: 1145, shahih Muslim 1/523).


Umar bin Al-Khattab ra berkata: “Kalaulah bukan karena tiga hal maka aku tidak senang dengan kehidupan ini, yaitu berperang di jalan Allah, beribadah dengan bersungguh sunggh pada waktu malam dan duduk bersama kaum yang memilih perkataan yang baik sebagaimana dia memilih korma yang baik". (Mukhtashar qiyamullail, Al-Marwazi, halaman: 62).


Di antara kiat yang bisa membantu seseorang agar dia bisa bangun malam adalah mensegerakan tidur pada waktu malam dan bergadang adalah bencana yang telah menimpa masyarakat pada zaman ini, terlebih hal itu terjadi bukan dalam rangka menjalankan ketaatan seperti yang terjadi pada sebagian masyarakat kita, baik untuk menonton parabola, mengikuti acara televisi, main remi atau bergabung dalam majlis obrolan yang dipenuhi dengan omong kosong atau majlis yang lainnya. Oleh karena itulah sebabnya Nabi SAW membenci kebiasaan tidur sebelum Isya’ dan mengobrol setalah Isya’. Syekh Utsaimin rahimhullah berkata: Dan shalat malam pada bulan ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar dibanding dengan bulan yang lain. Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bangun beribadah pada bulan ramadhan karena dorongan keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lalu". (Shahihul Bukhari: 2/60 no: 2009 dan shahih Muslim: 1/523 no: 709).


Hendaklah bagi seorang muslim untuk bergegas untuk mendirikan shalat bersama imam sehingga sang imam bubar. Dari Abi Dzar Al-Giffari ra berkata: Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya barangasiapa yang bangun beribadah bersama imam sehingga imamnya bubar maka akan dituliskan baginya pahala bangun semamlam suntuk". (Bagian dari Hadits riwayat Turmidzi di dalam sunannya: 3/169 no: 806 dan Al-Turmudzi berkata: Hadits hasan shahih).


Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad dan kepada seluruh keluarga dan shahabatya.

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043895
Hari IniHari Ini53
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini230
Bulan KemarinBulan Kemarin658
TotalTotal43895
Pengunjung
Ada 4 tamu online
Media Komunikasi