Akar Kejenuhan
Jenuh, jemu, bosan, boring atau apapun sebutannya adalah suatu keadaan dimana kita tidak ada lagi semangat untuk melakukan sesuatu dan atau terhadap sesuatu, disertai dengan adanya rasa hampa dalam diri/hati. Tidak ada lagi semangat, keindahan, kerinduan dan keharuan.
Sebenarnya inti dinamika kehidupan ini adalah cinta. Seorang ibu yang tak pernah berhenti mencurahkan perhatian kepada anaknya tanpa rasa jemu. Yang selalu mau berkorban apa saja demi anaknya tanpa rasa bosan. Atau juga seseorang yang sedang menunggu orang yang dicintainya (walau hanya sekedar lewat) tanpa rasa jenuh, bahkan yang ada adalah harap-harap cemas, indah yang diwarnai dengan debar-debar hati.
Subhanallah. Bila kita amati orang-orang yang setiap hari selalu mengingat —mencinta— Allah dan membasahi bibirnya dengan dzikir kepada-Nya tanpa rasa jemu, bosan dan jenuh. Umat Islam yang selalu mengulang – ulang membaca Al-Qur’an tanpa pernah bosan, bahkan malah bertambah syahdu. Itulah cinta yang bisa memberi energy positif yang besar kepada pemujanya. Seperti halnya ibunda Rabi’atul Adawiyah yang menjadi sekuntum mawar suci yang layu, akan tetapi malah harum semerbak karena dorongan cintanya yang besar kepada-Nya. Cinta yang sejati, hakiki dan benar-benar murni. Yang membuahkan hati yang selalu rindu menyebut nama-Nya, selalu rindu untuk bersua dengan-Nya.
Proses penciptaan manusia, ritme kehidupan yang terpadu indah di bawah managemen-Nya merupakan ungkapan bahasa kasih yang penuh cinta dari yang maha segalanya kepada hamba-Nya. Dia sangat kasih dan cinta kepada makhluk-Nya melebihi kasih dan cinta seorang ibu kepada anaknya, bahkan melebihi apapun di dunia ini. Melebihi cinta apapun dan siapapun.
100 missed calls
1 new number
Missed 1 ; ALLAH
He will never stop calling
No matter how many times you missed his calls
Till you hear and answer.
So, Dia tidak pernah jemu, jenuh,dan bosan untuk mencurahkan kasih sayang kepada hamba-Nya, walaupun hamba itu selalu berkeluh kesah dan mengkhianatinya. Allah SWT berfirman yang artinya: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya”. (Al-Ma’arij;19-23).
Jadi, jenuh dan jemu itu karena bunga cinta-Nya yang berada di taman hati sedang layu oleh maksiat dan dosa-dosa. Lalu apa dan bagaimana untuk membuat bunga itu segar kembali? Kita harus menyiram bunga tersebut dengan tetesan-tetesan air shalat dan zikir dari kolam ibadah agar bunga itu kembali segar dan menebarkan semerbak harumnya yang didalamnya terdapat madu yang amat manis untuk dinikmati. Allah SWT berfirman: “……dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”(Al-Ankabut:45). Dan “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”(Ar-Rad: 28). Wallahu A’lam Bishsowab.
Oleh; NN
| Next > |
|---|
Berita ringan |










