Form Pengguna



Al-Qur’an

Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 

1.    Arti Qur’an dan yang dimaksud dengan al-Qur’an.

Qur’an menurut pendapat paling kuat berarti bacaan. Asal katanya adalah qara’a.  Adapun defines al-Qur’an adalah kalam Allah SWT ang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir seta membacanya adalah ibadah.

2.    Cara-cara diturunkan al-Qur’an:
Nabi Muhammad SAW dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan, diantaranya:

  • Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW tidak melihat sesuatu apapun, hanya Beliau merasa bahwa hal itu sudah berada saja dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi Muhammad SAW bersabda,” Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku.” (Surat as-Syuura ayat 51).
  • Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi Muhammad SAW berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepada sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.
  • Wahyu yang datang seperti bunyi gemerincing lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi SAW. Kadang-kadang pada keningnya befrpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu itu terjadi pada musim dingin yang sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta.
  • Malaikat menampakkan dirinya pada Nabi Muhammad SAW tidak berupa seorang laki-laki tetapi benar-benar seperti dalam bentuk yang asli. Hal ini tersebut dalam al-Qur’an surat an-Najm ayat 13-14:”Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain. Ketika ia berada di sidratulmuntaha.”

3.    Hikmah diturunkan al-Qur’an secara berangsur-angsur.

  • Agar lebih mudah dimengerti dan dilaksanakan. Orang akan enggan melaksanakan suruhan dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak.
  • Turunnya sessuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengsankan dan lebih berpengaruh di hati.
  • Memudahkan  penghafalan.

4.    Ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat Madaniyyah.

  • Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
  • Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

5.    Perbedaan ayat-ayat Makkiyah dan ayat-ayat Madaniyyah:

  • Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyah panjang-panjang.
  • Dalam surat-surat Madaniyah terdapat perkataan yaa ayyuhalladziina aamanuu.
  • Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala, kisah-kisah umat terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti  sedangkan Madaniyyah mengandung hukum-hukum baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi.

6.    Nama-nama al-Qur’an
Allah memberi nama Kitab-Nya dengan al-Qur’an yang berarti bacaan. Arti ini dapat kita lihat dalam surat al-Qiyaamah ayat 17-18. Nama ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat al-Israa ayat 88, surat al-Baqarah ayat 85, surat al-Hijr ayat 87, surat Thaaha ayat 2, surat an-Naml 6, surat al-Ahqaaf, surat al-Waaqi’ah ayat 77, surat al-Hasyr ayat 21  dan surat ad-Dahr ayat 23. Selain al-Qur’an, Allah juga memberi beberapa nama lain bagi kitab-Nya seperti:  

  • Al-Kitab atau Kitaabulloh: merupakan padanan kata dari al-Qur’an sebagaimana tersebut dalam al-Baqarah 2 yang artinya,”Kitab (al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya.
  • Al-Furqoon (pembeda) adalah yang membedakan yang benar dan yang bathil.
  • Ad-Dzikr sebagaimana tersebut dalam surat al-Hijr ayat 9 yang artinya,”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan ad-Dzikr dan sesungguhnya Kamilah penjaganya.”

7.    Surat-surat dalam al-Qur’an

  • Ashaabu-t-thiwaal yang dimaksudkan adalah tujuh surat panjang yaitu al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisaa, al-A’raaf, al-An’am, al-Maaidah dan Yunus.
  • Al-Miuun adalah surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih, seperti Hud, Yusuf dan Mu’min.
  • Al-Matsaani adalah surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti al-Anfal, al-Hijr.
  • Al-Mufasshol adalah dimaksudkan surat-surat pendek seperti ad-Dhuha, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Naas dan sebagainya.



 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043888
Hari IniHari Ini46
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini223
Bulan KemarinBulan Kemarin651
TotalTotal43888
Pengunjung
Ada 1 tamu online
Media Komunikasi