Form Pengguna



Beasiswa ke Sudan

Penilaian User: / 3
TerburukTerbaik 

Sebagaimana yang diberitakan Kementrian Agama RI tentang adanya ujian seleksi masuk beasiswa Universitas Internasional Afrika, Sudan, dan non-beasiswa Universitas al-Azhar, Mesir, maka sebagian guru dan siswa kelas akhir Pondok Modern ar-Risalah ikut mendaftar ujian tersebut. Mereka adalah al-Muhammad Yunus ar-Rosyid, al-Ustadz Tri Hariono, al-Ustadz Muhammad Andrie Bagia, al-Ustadzah Ulfa Muthmainnah, dan al-Ustadzah Riani Novianti. Mereka semua mengikuti ujian beasiswa ke Sudan. Adapun dari siswa kelas enam yang mengikuti ujian non-beasiswa ke al-Azhar adalah Asep Munawar, Deden Hadi Pranada, Muhammad Revi Priatna Munib, dan Fitri Afriyanti Siregar. Sedangkan yang mendaftar ke Sudan adalah Retnowati, Wiwik Prasetyo Ningsih, dan Salwatia Rahma Jibran.

Ujian diadakan di Gedung Dema Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada hari Selasa tanggal 18 Mei 2010. Ujian meliputi tulis dan lisan. Hampir dua ratus peserta dari seluruh Jawa Timur yang ikut ujian tersebut. Sekitar seratus lebih yang mengikuti ujian ke Mesir, sisanya sekitar delapan puluh peserta yang mengikuti ujian ke Sudan.

Untuk ujian ke Mesir, semua soal dan penguji ujian lisan disiapkan dari Kementrian Agama. Sedangkan untuk ujian ke Sudan, semuanya disiapkan langsung oleh pihak Keduataan Sudan. Ini menjadikan ujian ke Sudan begitu Independen dari mulai awal hingga akhir. Bahkan ujian dilaksanakan satu jam setelah ujian ke Mesir dimulai. Ini karena soal baru dibawa ketika hari ujian dan harus digandakan terlebih dahulu menurut jumlah peserta yang ikut ujian berdasarkan jurusan yang dipilihnya.

Adapun materi ujian bisa dikatakan tidak terlalu sulit untuk dikerjakan karena memang sebelumny para guru dan siswa tersebut telah diberi bekal dan pengarahan oleh wakil direktur bidang pendidikan al-Ustadz Ahmad Sunartip Fadlan, S.H.I. yang menyertai mereka selama ujian. Beliau memberikan petunjuk bagaimana menjawab soal-soal ujian mengacu kepada soal ujian tahun-tahun sebelumnya.

Rombongan dari ar-Risalah berangkat ke Surabaya  menggunakan dua mobil dari hari Senin subuh dan kemudian menginap di rumah Mantan Ketua DPRD Sidoarjo yang tidak terpakai, dan semuanya diurus oleh al-Ustadz Alif, alumni ar-Risalah yang menjadi ketua IKPA Sidoarjo. Hari Rabu siang rombongan bertolak dari Sidoarjo menuju Ponorogo. Namun di perjalanan yaitu ketika sampai Jombang, as struck mobil yang ditumpangi rombongan pria terlepas dan jatuh di jalan, ini menyebabkan mobil harus diperbaiki terlebih dahulu dan mereka tidak bisa pulang tepat waktu ke ar-Risalah. Untungnya rumah kediaman orang tua al-Ustadz Sunartip terletak tidak jauh dari situ. Akhirnya mereka bermalam disana kemudian baru kembali ke pondok pada hari Kamis pagi.

Selain mengikuti ujian di IAIN Sunan Ampel Surabaya, rombongan juga menyempatkan diri untuk melihat kawasan bencana lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Pusat Informasi Majapahit Mojokerto, dan kediaman paman al-Ustazh Sunartip yang mempunyai usaha Pabrik Krupuk dan Bengkel perakitan Bus.


 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043892
Hari IniHari Ini50
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini227
Bulan KemarinBulan Kemarin655
TotalTotal43892
Pengunjung
Ada 3 tamu online
Media Komunikasi