I LOVE YOU
When I Love You, Menuju Sukses Hubungan Suami Istri
Sumber : Harian Terbit, Sabtu, 5 April 2008 Resentor : Junaedi
Berkembang biak, itulah yang Allah Swt katakan di dalam Al-Qur’an tentang pernikahan. Jalan Pemikiran ini yang Allah Swt ridhai untuk mempunyai keturunan. Di luar itu janganlah berharap bisa mendapat ridha-Nya. Namun dalam pengalamannya menuju pelabuhan, terkadang bahtera rumah tangga digoyang oleh ombak-ombak. Konsekuensinya, kalau sepasang suami-istri tidak punya ilmu yang cukup dalam mengatasi bisa dipastikan bahtera akan tenggelam.
Maka dari itu, ilmu dan bekal yang cukup untuk mengarungi lautan kehidupan mutlak diperlukan. Salah satu hal yang dapat memuluskan perjalan rumah tangga adalah mengetahui fungsi masing-masing. Caranya dengan memenuhi hak pasangan.
Sebab kalau masing-masing pihak, baik istri maupun suami hanya mengharap dipenuhi haknya, Keluarga sakinah akan sulit dicapai.
Di buku ini penulis membagi dua pilar menuju sakinah, yaitu mawaddah dan rahmah.
Mawaddah berkaitan dengan hubungan fisik dan rahmah berkaitan dengan hubungan batin. Keduanya mesti selaras. Pada hubungan mawaddah penulis memberikan tips-tips membuat hubungan menjadi fisik menjadi hangat. Mulai dari “ sentuhan awal “ sampai “sentuhan akhir “ dipaparkan dengan elegan. Ada juga tips sebelum menuju ke peraduan, seperti shalat bersama, berdandan dan berdoa. Adapula tips setelah sentuhan akhir, yaitu bersuci sebelum tidur atau mandi bareng.
Walau islam membebaskan posisi dan gaya, perlu diingat juga rambu yang harus dipatuhi, diantaranya adalah tidak telanjang bulat, tidak lewat “jalur“ belakang, stop di saat “ masa tenang istri “ dan tidak mengumbar hal itu kepada khalayak.
Lain lagi tips pada hubungan rahmah ( batin ), penulis memberikan tips-tips membuat anda dan pasangan menjadi terikat. Diantaranya mengatasi konflik bukan menghindarinya, bersahabat dengan kekurangan dan bersyukur, berempati dengan pasangan, serta sharing sharing.
Agar dapat kesana diperlukan komunikasi berlandasan hati dengan cara mendengarkan ( bukan hanya mendengar ), terbuka ( bukan berprasangka ), memaafkan ( bukan berdendam ), memberi teladan ( bukan menyuruh ), menerima ( bukan menuntut ), memahami ( bukan menghakimi ), dan melengkapi ( bukan mencaci ). Pada tips tingkat lanjut, penulis memberikan tips hubungan mawaddah dan rahmah. Cara-caranya seperti hangatkan dengan canda, memberi perhatian dan menggunakan panggilan sayang.
(www.gemainsani.co.id)
| < Prev | Next > |
|---|
Berita ringan |










