If We Die: Saat Maut Menjemput
Sumber : Harian Terbit, Rabu, 07 Mei 2008 Resentor : Junaedi
Setiap yang berjiwa pasti akan mengalami kematian. Setiap manusia, binatang maupun tumbuh-tumbuhan akan mengalami kematian. Untuk itu, yang namanya manusia harus ingat kepada kematian.
Apakah ketika hidup di dunia sudah mengumpulkan amal kebaikan untuk menjadi bekal di akherat nanti ? Celakalah bagi orang yang tak menghiraukan hal tersebut. Sebab, mereka benar - benar akan celaka. Rasulullah SAW bersabda, “ Banyak-banyaklah megingat pemusnahan kenikmatan ” ( HR Tirmidzi ). Muadz bin Jabal saat dihampiri sakaratul maut di waktu fajar, ia berdoa.,“ Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa aku menyukai kehidupan ini bukan karena pohon yang ditanam, sungai yang mengalir, rumah yang dibangun. Dan istana yang didirikan. Tapi demi Allah, kucintai kehidupan ini karena tiga hal : berpuasa pada hari yang panas, melakukan qiyamul lail, dan ikut meramaikan halaqah dzikir (ilmu) bersama para ulama.“
Bila manusia mengetahui betapa beratnya setelah hidup di dunia, mereka pasti akan berbondong untuk selalu mengingat para penciptanya. Mereka bahkan akan selalu berbuat baik dan tidak merugikan orang lain. Tapi sayangnya banyak orang yang pura-pura tidak tahu, bahkan diantara mereka ada yang buta dan tuli terhadap perintah Allah Saw. Mereka itu akan mengalami kehancuran di kemudian hari.
Celakanya lagi, ketika seseorang sedang mengalami sakaratul maut, diantara hidup dan mati, sementara sanak saudara, anak dan keluarga tak bisa berbuat apa-apa. Dia harus berjuang melawan dirinya sendiri. Nampak kelihatan menyedihkan bila sedang terjadi sakaratul maut bagi orang yang ingkar kepada Allah Saw. Dia kelihatan tak berdaya dan bahkan orang-orang akan melihatnya dengan iba.
Buku ini akan memberikan peringatan kepada siapapun yang membacanya. Tentu saja harus memperhatikan ketika dirinya masih bisa hidup, bernafas, dan menikmati segala anugerah yang diberikan. Dengan demikian akan menimbulkan kesadaran betapa pentingnya untuk selalu mengabdi kepada Allah Saw. Dia merupakan Sang Khalik dan kita akan kembali kepadanya, di kemudian hari. (www.gemainsani.co.id)
| < Prev | Next > |
|---|
Berita ringan |










