Form Pengguna



Indonesia Bakal Jadi Pusat Kajian Ekonomi Syariah

Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 

Sabtu, 12 Desember 2009 19:23:54 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono


Surabaya (beritajatim.com) - Indonesia bakal menjadi pusat kajian ekonomi syariah di masa mendatang. Menurut Direktur Laboratorium Pengembangan Ekonomi Syariah (LPES) FE Unair, Imron Mawardi posisi Indonesia sangat memungkinkan bisa menjadikan ekonomi berbasis syariah bisa sebagai landasan perekonomian di tanah air. Apalagi saat terjadi krisis, perbankan yang berbasis syariah tidak terlalu terkena dampaknya dibanding bank konvensional.

Dia mengatakan saat ini pemerintah telah mengembangkan ekonomi syariah, di antaranya dengan menerbitkan obligasi syariah (sukuk). "Sukuk domestik saat ditawarkan banyak yang merespon positif," katanya kepada beritajatim.com, Sabtu (12/12/20090.

Imron menambahkan, pada 2010 ekonomi berbasis syariah diperkirakan baka semakin menggeliat. Hal ini terbukti munculnya beberapa bank umum semisal Bank BRI dan Bank BCA yang mulai mendirikan bank unit syariah (BUS). "Saya mendengar kalau Bank BCA mengakuisisi Bank UOB dijadikan BUS," tambahnya.

Diakui Imron, meski ekonomi berbasis syariah telah mendapat prioritas dari pemerintah. Namun, secara nasional ekonomi syariah belum menjadi pilihan. Pasalnya, belum adanya dukungan secara total menjadikan ekonomi berbasis agama ini masih kalah dibanding dengan ekonomi konvensional. Belum adanya kebijakan resmi misalnya arbitrase menyangkut pengadilan jika perbankan syariah mengalami permasalahan.

Selain itu, yang menjadikan ekonomi syariah di Indonesia masih kalah dibanding negara Malaysia disebabkan konsep ekonomi ini belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Sehingga, ekonomi syariah harus diperkenalkan dulu secara detail kendati undang-undangnya telah diberlakukan setahun lalu.

"Kendati masih kalah dengan ekonomi konvensional ke depan saya optimistis ekonomi ini bisa menjadi kajian negara lain mengingat pemberlakuan ekonomi syariahnya terlalu moderat. Hal ini sangat lain dibanding di Indonesia dimana ekonomi syariahnya agak longgar," ungkapnya. [dny/kun]

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043935
Hari IniHari Ini93
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini270
Bulan KemarinBulan Kemarin698
TotalTotal43935
Pengunjung
Ada 4 tamu online
Media Komunikasi