Form Pengguna



Memupuk Karakter Dinamis

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

Sejak awal sebenarnya manusia di takdirkan untuk menjadi makhluk yang dinamis. Betapa tidak, mereka harus melewati fase-fase pembentukan yang cukup rumit dalam rahim ibu. Mereka mampu bertahan. Setelah lahir mereka mengalami masa-masa pertumbuhan yang cepat. Dinamisasi mereka sangat tampak pada setiap jengkal waktu. Setiap tahun berganti sepanjang itu pula dinamika pertumbuhan berjalan. Namun, mengapa pada satu titik tertentu mereka berhenti dari pergelutan arus dinamika diri? Pikiran dan jiwanya berhenti berkembang. Kemalasan dan kenyamanan lebih menguasai ketimbang semangat dan ambisi. Tubuh mereka terus berdinamika berubah menjadi tua tetapi pikiran dan jiwa mereka tetap kanak-kanak. Oleh karena itu, ada yang mengibaratkan karakter dinamis manusia seperti bibit pohon yang harus terus di pelihara. Ia harus terus di pupuk agar berkembang pesat. Suatu ketika dalam kehidupannya, manusia akan merasakan begitu pesat dinamika pikiran dan jiwa mereka sampai jasad lelah untuk mengikutinya. Sebagaimana Hasan Al Banna, Bila jiwa itu besar, raga akan lelah mengikuti kehendaknya. Ada beberapa karakter manusia dinamis yang mungkin bisa di pelihara dalam diri kita:

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
054937
Hari IniHari Ini61
KemarinKemarin84
Minggu IniMinggu Ini145
Bulan KemarinBulan Kemarin2422
TotalTotal54937
Pengunjung
Ada 5 tamu online
Media Komunikasi