Menata Kehidupan Rohani yang Sehat
Sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan tuntunan Rosulullah SAW, untuk menjaga diri dari berbagai penyakit rohani, yang mengakibatkan hancurnya masa depan seorang muslim baik di dunia dan di akhirat, di antaranya ialah:
a. Memiliki keyakinan hidup yang benar.
b. Melakukan hidup yang praktis surat al-Fatihah ayat 5-6: “hanya Engkaulah yang Kami sembah dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
c. Keyakinan hidup yang benar harus tertanam di hati dan otak mendarah mendaging diantaranya :
- Hidup ini adalah karunia Allah, atas kehendak Allah dan akan kembali kepada Allah SWT, bukan kehendak manusia surat al-Baqarah ayat 156: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".
- Hidup adalah lillah dan lil’ibadah (untuk Allah dan untuk beribadah kepada Nya), bukan untuk kepentingan makhluq atau dirinya surat al-An’am ayat 162: “Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
- Hidup ini adalah ujian, dan ujian hidup bisa berupa kesusahan atau kesenangan di dunia. Setiap muslim harus berusaha untuk lulus dengan nilai yang terbaik akan mendapat imbalan yang sesuai (bisa sorga, bisa neraka), hasil dan nilainya akan diumumkan dan diberikan di akhirat kelak. Jadi, hidup bukan seenaknya sendiri, atau tidak bersedia untuk diuji, surat al-Mulk ayat 2: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.
- Dalam menjalankan hidup ini tidak perlu menderita (melongso), takut, sedih, putus asa atau bunuh diri dll, sebab Allah melarangnya. Dan apabila terasa sangat berat jangan memaksa diri. Ingat, semua untuk keuntungan dirinya, bukan untuk kepentingan Allah SWT surat al-Baqarah ayat 155: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.
- Dirinya, dan apa saja yang ada padanya, dan bagaimanapun bentuknya, ada guna dan manfaatnya dan atas kebijaksanaan Allah, (bukan main-main) untuk disyukuri bukan untuk diomeli surat al-Mu’minun ayat 115: “Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?
d. Kehidupan yang praktis dan positif harus dilakukan semaksimal mungkin, sepanjang hidup untuk menjaga keyakinan, diantaranya :
- Berusaha yang sungguh-sungguh untuk merubah dan mengurangi penderitaannya, tanpa usaha Allah takkan memperbaiki keadaannya, surat ar-Ro’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
- Menjaga dirinya dan lingkungannya dari pengaruh jahat dan godaan syetan, ingat hawa nafsu cenderung jahat, dan syetan menggoda siapa saja yang terlena, surat at-Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan dan surat Yusuf ayat 53: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
- Mengerjakan sembahyang sepanjang hidup, sebab sembahyang mencegah kejahatan dan dosa-dosa besar, surat al-Ankabut ayat 45: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
- Bertaqwa dan berdzikir, Allah akan memberikan jalan keluar dan hati yang tenang, surat at-Thalaq ayat 2: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar dan surat ar-Ra’d ayat 28: “ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
- Berdoa dan istiqomah. Allah pasti mengabulkan semua permintaan dan menghilangkan rasa takut dan sedih baik di dunia maupun di akhirat, surat al-Baqarah ayat 186: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Semoga Allah mengkaruniai kita kesehatan lahir bathin, jasmani dan rohani dan masa depan yang diridhoiNya baik di dunia maupun di akhirat. Amin.
| < Prev | Next > |
|---|
Berita ringan |












