Form Pengguna



Mengikis Sikap Egoistis

Penilaian User: / 2
TerburukTerbaik 
Orang yang mempunyai sikap seperti iut, maka dia akan bersikap otoriter dalam kepemimpinannya. “Pokoknya ini. Mau tidak mau, ini yang harus diikuti. Ini yang harus dijalankan.” Itulah sekelumit pernyataan yang sering dilontarkan oleh Pemimpin yang otoriter. Bawahan tidak diberikan untuk memberikan sumbangsih pemikiran apapun. Bawahan adalah bawahan dalam arti yang sesungguhnya. Bawahan adalah orang kecil yang tidak layak dan tidak pantas untuk ikut menentukan arah perjalanan sebuah organisasi.  Bawahan hanyalah orang yang harus tunduk dan patuh pada atasan.
Orang-orang yang mempunyai sikap otoriter biasanya memiliki versi tersendiri dalam menilai suatu kejadian. Hal ini karena dia selalu memandang lebih dirinya sehingga selalu melihat sesuatu itu kurangnya dan jeleknya saja. Akibatnya sebaik apapun yang dilakukan orang lain selalu saja dari mulutnya meluncur omelan, gerutuan, dan koreksian. Bagi orang otoriter, biasanya tidak ada pilihan lain selain 100% harus sesuai keinginannya.
Diantara ciri suatu organisasi baik organisasi dalam perusahaan maupun di dalam dunia pendidikan dengan kondisi kepemimpinan yang otoriter adalah ditandai dengan perputaran keluar-masuk karyawan yang sangat tinggi. Semua karyawan dari yang level tertinggi sampai yang level terendah maunya keluar saja. Semua karyawan yang ada di dalam selalu merasa ada suatu tekanan. Mereka bekerja dalam situasi yang tertekan. Mereka berbuat bukan karena kesadaran akan tugas dan kewajibannya tetapi mereka berbuat karena adanya rasa tekanan. Maka, mereka selalu ingin keluar dari tempat tersebut. Kalaupun ada yang bertahan, bukan karena senang bekerja di sana, kebanyakan yang bertahan memang karena butuh saja. Butuh materinya, bukan butuh suasananya.
Perlu diwaspadai pula bahwa biasanya pemimpin yang otoriter akan membuahkan pula bibit–bibit anak didik yang otoriter. Seperti guru yang otoriter, akan menghasilkan anak-anak didik yang otoriter pula, bahkan nakal. Guru yang otoriter di kelas, diantara sifat-sifatnya adalah maunya menang sendiri, kata-katanya tajam, dan suka mempermalukan. Kelakuan ini sebenarnya akan jadi bumerang bagi guru itu sendiri, seperti tidak disukai pelajarannya, tidak disenangi perangainya. Wallohu a’lamu bisshowab.

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
054937
Hari IniHari Ini61
KemarinKemarin84
Minggu IniMinggu Ini145
Bulan KemarinBulan Kemarin2422
TotalTotal54937
Pengunjung
Ada 4 tamu online
Media Komunikasi