Form Pengguna



Negeriku, Berduka

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

(Sebuah Memoar Air Mata)

 

Negara ini merdeka bukan semata-mata agar bebas dari penjajah, melainkan juga agar seluruh rakyatnya sejahtera. Namun, setelah 66 tahun merdeka, negara baru mampu mewujudkan kesejahteraan bagi sebagian kecil rakyatnya. Belum seluruh rakyat hidup sejahtera.

 

Berdasarkan hasil survey, kemiskinan tetap menjadi masalah utama bangsa ini. Masalah bangsa lainnya ialah korupsi, kolusi, nepotisme, pengangguran, tingginya harga sembako, tingginya biaya pendidikan, dan buruknya pelayanan penyelenggara negara. Salah satu sumber persoalan bangsa ialah tabiat elite yang tanpa integritas dan tingkah laku mereka jauh nian dari kata. Bangsa ini sudah lama tanpa keteladanan elite.

 

Kejujuran merupakan kwalitas langka, bahkan sangat lngka. Kepura-puraan malah kian digandrungi. Lebih celaka lagi, orang-orang yang dipercaya menangani pekerjaan-pekerjaan kejujuran yang menjadi syarat mutlak demokrasi dan tegaknya hukum berkeadilan, mengubahnya menjadi manipulasi dan kebohongan. Contoh manipulasi berseliweran di sekitar kita. Satu per satu kasus hukum muncul lalu memangsa kasus yang lain hingga lenyap. Satu per satu  kasus masih gentayangan menunggu penyelesaian yang entah sampai kapan. Satu per satu  permasalahan hukum yang tidak jelas dan akhirnya tenggelam bersama angin malam.

 

Kiranya tidak berlebihan bila kita mengatakan inilah negeri calo. Walaupun gambaran ini, sudah sering menjadikan kita merinding dan mungkin membuat negeri ini berduka. Tentu saja bukan Ibu Pertiwi salah mengandung. Tapi, mental elit negeri ini yang porak-poranda. Mereka mengisi kemerdekaan tanpa kejujuran. Mereka disibukkan berbagai transaksi, negosiasi, demi kepentingan diri, kelompok dan partai sendiri.

 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
054937
Hari IniHari Ini61
KemarinKemarin84
Minggu IniMinggu Ini145
Bulan KemarinBulan Kemarin2422
TotalTotal54937
Pengunjung
Ada 3 tamu online
Media Komunikasi