Ramadhan: Saat Berubah
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita pun menghiasi bulan Ramadhan kali ini dengan berbagai macam aktifitas yang sangat baik di antaranya adalah kita menghiasi bulan Ramadhan dengan berbagai macam bentuk macam ibadah baik yang wajib maupun sunnah. Kita pun meninggalkan amalan yang membatalkan puasa, kita tinggal segala perkara yang haram, hingga yang makruh dan bahkan perkara mubah yang tiada ada nilai pendekatan kepada Allah. Singkatnya, bulan Ramadhan kita isi sepenuhnya dengan ragam amal shaleh.
Dan yang melakukan hal-hal positif ini, tidak hanya terbatas pada rakyat biasa akan tetapi hampir seluruh lapisan masyarakat di negeri ini, karena memang negeri ini kebanyakan penduduknya adalah beragama Islam. Akan tetapi fakta yang mengerikan terus bermunculan dalam kehidupan di negeri ini. Potret ketidakadilan penegakan hukum, dekadensi moral para pejabat, kemiskinan, munculnya kasus asusila dan berbagai macam masalah yang memilukan hati. Dengan melihat fakta yang ada, bukankah mayoritas muslim di negeri ini tahu bahwa gakwa adalah buah manis yang harus diraih dari proses puasa yang dilakukan sebulan penuh selama Ramadhan? Namun, mengapa puasa Ramadhan seoalah tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada mereka? Mengapa usai Ramadhan mereka tidak terlahir menjadi pribadi yang baru yakni pribadi yang benar-benar bertakwa sebagai buah dari puasa Ramadhan. Tentu, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, setiap muslim merindukan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya, kehidupan yang dinamis di bawah sistem yang sahih, yang bisa menenteramkan jiwa, memuaskan akal dan sesuai dengan fitrah manusia. Kehidupan yang dipimpin oleh orang-orang yang saleh. Wallohu a’lamu bisshowab.
| < Prev | Next > |
|---|
Berita ringan |












