Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. (QS. 1: 21).
Ayat al-Qur’an yang pendek ini mengandung banyak indikasi yang mengundang kita untuk berpikir. Perhatian pertama-tama hendaknya ditujukan ke cara penyampaiannya. Al-Qur’an tidak mengatakan,”Hai orang-orang Arab,” akan tetapi mengatakan,”Wahai manusia.”. Hal ini menunjukkan bahwa risalah al-Qur’an dimaksudkan untuk seluruh dunia, seluruh manusia tanpa membedakan ras dan warna kulit. Al-Qur’an tidak diturunkan hanya kepada orang-orang yang hidup di saat al-Qur’an diturunkan akan tetapi al-Qur’an diturunkan juga untuk generasi-generasi berikutnya sampai akhir zaman.
Yang perlu diperhatikan adalah bahwa ajakan al-Qur’an didasarkan pada tauhid murni. Al-Qur’an mengatakan,”Sembahlan Tuhanmu,” seakan-akan tauhid adalah asas dari seluruh bangunan. Apabila pondasinya rusak, maka bangunan yang di atasnya pun juga akan rusak. Inilah alasannya, kenapa seluruh Nabi sampai pada Nabi yang terakhir, Muhammad, mengajak manusia pertama-tama mengajak kepada tauhid sampai al-Qur’an mengatakan bahwa semua dosa diampuni tapi dosa syirik tidak bisa diampuni.