Menghadapi Kecaman dan Kritik
Kritik memiliki banyak bentuk. Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian. Setiap orang akan lebih suka jika dipuji dan disanjung. Setiap orang pasti akan lebih suka bila dia tidak pernah menghadapi kritikan dan kecaman. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Siapa yang bias menjamin bahwa yang kita lakukan pasti bisa memuaskan semua orang. Hal in adalah tidak mungkin alias mustahil karena kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. Jika kita melihat pertandingan sepak bola di TV, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan. Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. Namun bukan itu permasalahannya! Jika kita mendapatkan kritikan dan kecaman apa yang harus kita lakukan?
Berikut beberapa hal untuk membangun pola pikir dalam rangka menghadapi kritik dan kecaman:
1. Merubah pandangan tentang kritik.
Untuk terus menambah masukan, tidak jarang perusahaan besar selalu melakukan survey tentang beberapa hal yang menyangkut perusahaan tersebut mulai pelayanan, keamanan, harga dan hingga tempat parker. Maka, jika hal ini dipandang dari sudut pandang yang sempit, survey seperti ini hanya akan menghamburkan uang dan tidak mendatangkan keuntungan apapun. Survey bagi perusahaan merupakan sebuah usaha untuk menerima masukan dari luar tentang kekurangan perusahaaan. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk menutupi kekurangan-kekurangan yang masih dimiliki oleh perusahaan.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detail kritik yang disampaikan. Kita bisa belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri kita. Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya. Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada kita. Kita tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bisa jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigm baru yang mendukung tujuan akhir kita.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik.
Tanggapi kritik dengan bijak. Kita tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati kita. Mari kita nikmati apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk sering memaafkan orang lain. Mari kita anggap itu semua perbaikan yang menguntungkan bagi kita. Jangan pernah kita membalas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga dan pikiran.
| < Prev | Next > |
|---|
Berita ringan |












