Form Pengguna



Sholat

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

(Sebuah Upaya Reaktualisasi Nilai-nilai Ritual Keagamaan)
    sholat jam'ahAyat dan hadits yang mewajibkan sholat sudah sangat akrab di telinga kita. Firman Allah,”Dirikanlah sholat” dan sabda Rasulullah,”Sholat adalah tiang agama. Barang siapa yang mendirikannya, maka dia telah mendirikan agama dan barang siapa  yang tidak menunaikannya, maka dia telah merobohkan agama” sudah sering kita dengar dan kita baca. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya tersebut merupakan landasan syar’i yang mewajibkan seorang muslim melaksanakan sholat (tata caranya telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya).

Sholat merupakan komunikasi makhluk dengan Sang Khalik, sebuah komunikasi dalam rangka penyerahan diri, tunduk dan penghambaan kepada-Nya karena sedemikian agung, maka sebelum menunaikan ibadah sholat, seseorang harus mengambil wudhu’. Ada beberapa anggota badan yang harus dibasuh. As-Syekh Ali Ahmad al-Jarjawy dalam bukunya“hikmatut tasyri’ wa falsafatuhu” mengatakan bahwa ajaran wudhu adalah sangat luhur. Yang dimaksud membasuh beberapa anggota badan dalam wudhu’ bukan hanya membasuh secara lahir akan tetapi juga membasuh anggota badan secara batin. Ketika berkumur, manusia bukan hanya membersihkan mulutnya secara lahir belaka akan tetapi manusia membersihkan mulutnya dari segala macam pembicaraan kotor, keji dan segala macam bentuk kemunafikan. Dan  setelah wudhu’, semoga mulut terjaga dari hal-hal tersebut. Membasuh muka, bukan hanya dipahami untuk menghilangkan segala macam bentuk najis lahir yang menempel di kulit muka, akan tetapi hendaknya disertai doa, semoga wajah ini terus tersenyum walaupun diterpa berbagai cobaan dan masalah. Membasuh tangan, juga hendaknya tidak hanya sekedar menghilangkan kotoran lahir yang membatalkan wudhu’ akan tetapi hendaknya ditanamkan pada diri bahwa setelah membasuhnya, hendaknya tangan tidak digunakan untuk hal-hal yang dilarang oleh syariat agama.
    Dan setelah menjalankan wudhu, maka seorang muslim, diperbolehkan untuk menjalankan ibadah sholat. Ibadah sholat adalah suatu ibadah yang mengumpulkan penggunaan seluruh anggota badan baik yang tampak seperti kaki, kepala, dan kedua tangan maupun anggota yang tidak tampak seperti misalnya kegiatan hati untuk berniat dengan rasa takut dan mengharap hanya kepada Allah semata. Seluruh anggota badan yang sudah tersucikan secara lahir maupun batin lewat wudhu’, diajak untuk menyerah, tunduk dan pasrah total kepada Dzat Sang Khalik. Firman Allah,”Sesungguhnya sholat mencegah perbuatan keji dan kemungkaran.” Mata tidak lagi bekerja untuk urusan duniawi akan tetapi tunduk memandang ke bawah bermunajat. Mulut dan lidah tidak lagi disibukkan dengan perkara-perkara dan urusan perdagangan dunia, tetapi keduanya komat-kamit dengan khusyu’ pasrah membaca doa-doa. Tangan tidak lagi sibuk mengeruk keuntungan tawar menawar barang dagangan tetapi tertumpuk kanan di atas kiri di bawah bersedekap diam berdoa kepada-Nya. Dan begitu juga dengan anggota tubuh yang lainnya.
    Seperti ini, seorang muslim mengerjakan lima kali dalam sehari. Seorang muslim selalu berharap agar sholatnya dapat menjadi seperti apa yang disabdakan oleh Rasul,”Perumpamaan sholat lima waktu adalah seperti sungai yang airnya jernih di depan pintu kalian yang kalian mandi di dalamnya lima kali sehari, maka tidak ada lagi kotoran.” Tentunya, sholat yang dimaksudkan oleh Rasul dalam sabda beliau bukan hanya sekedar sholat. Tetapi sholat yang dimaksud adalah sholat yang betul-betul memberikan pencerahan lahir dan batin kepada seseorang. Sholat mengajarkan kepada manusia nilai-nilai luhur. Sujud adalah meletakkan wajah di atas tanah (tempat sujud) padahal wajah adalah anggota tubuh yang paling terhormat. Sholat mengajarkan kepada kita bahwa seperti apapun wajah kita, seberapa hebat kedudukan kita, seberapa tinggi ilmu kita kita dituntut untuk kembali mengheningkan cipta sejenak di hadapan Allah. Demikian ajaran-ajaran dan nilai-nilai luhur yang kita dapatkan dari ibadah sholat. Sholat bukan hanya ibadah di dalam masjid belaka tetapi hendaknya mempunyai implikasi kepada diri kita masing-masing hingga kita pulang dari masjid.
Setelah kita memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ritual sholat, pertanyaan yang muncul adalah; sudahkah mata ini tidak kita gunakan melihat hal-hal yang dilarang oleh agama sepulang kita dari masjid? Sudahkah mata kita tidak kita gunakan untuk ngintip hal-hal yang dilarang baik oleh agama maupun tatanan sosial kita? Sudahkah mulut dan lidah ini tidak kita gunakan untuk ngegosipin orang setelah kita selesai sholat? Sudahkah tangan ini tidak kita gunakan untuk mengambil sesuatu yang bukan hak kita? Sudahkah kaki ini tidak kita gunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang dilarang oleh ajaran sholat? Sudahkah sholat kita demikian? Mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing. Wallahu a’lamu bisshowab.









     

     


 

Terdahulu

Berita ringan

Statistik
043888
Hari IniHari Ini46
KemarinKemarin104
Minggu IniMinggu Ini223
Bulan KemarinBulan Kemarin651
TotalTotal43888
Pengunjung
Ada 2 tamu online
Media Komunikasi