Smart Heart, Smart Business
Sumber : Gatra -, 07 Mei 2008 Resentor : Herry Mohammad
Seiring dengan globalisasi, manajemen pun mengalami perubahan. Bila sebelumnya sebuah perusahaan bisa dikendalikan oleh satu orang dan memunculkan Superman, kini konsep itu sudah ketinggalan. Di era globalisasi, yang diperlukan dalam sebuah perusahaan adalah superteam. Reza M. Syarief , seorang motivator dan Supertrainer, dalam buku teranyarnya, salah satunya menawarkan konsep superteam ini kepada pembacanya.
Menurut Reza, Motivasi memang bukan sega-galanya “ Tapi segala sesuatu dimulai dari motivasi “ ( hal 19 ). Berangkat dari motivasi memberikan pelayanan kepada pelanggan yang lebih baik, maka keberadaan Superteam adalah sebuah keniscayaan.
Mari kita tengok lebih jauh tentang konsep ini. Pertama, sama-sama kerja. Ini mengandung konsekwensi, dalam sebuah organisasi bisnis, tak ada seorangpun yang tidak menjalankan peran yang diembannya. Mulai pucuk pimpinan sampai dengan petugas kebersihan semuanya berperan serta menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara optimal dan berdaya guna.
Tapi sama-sama kerja saja tidak cukup, perlu ada koordinasi, dan karena itu diperlukan unsur kedua, yakni kerja sama. Ini menyangkut kerja sama antara satu karyawan dan karyawan lainnya, antara pimpinan dan staff, antara divisi yang satu dan yang lainnya. Satu sama lain tercipta hubungan saling ketergantungan, saling memberi tanggapan, dan saling mendukung. Muncullah konsep DALES. Dalam satu team mesti dipenuhi syarat untuk mengisi konsep DALES itu yakni adanya sense of direction, apreciation, loyality, empaty, dan synergy.
Jika dalam sebuah perusahaan seluruh karyawannya berlomba menuju arah yang sama dengan saling mendukung. Kinerja institusi itu akan mendapat raport hijau. Dengan menerapkan konsep DALES, sumber daya insani dalam sebuah perusahaan menjadi superteam yang tanggguh, yang pada gilirannya akan menjadikan institusi itu the Super Company. Yakni perusahaan yang tidak hanya melayani mindset pelanggan, melainkan juga melayani hati para pelanggan. Jika hati para pelanggan sudah diraih, perusahaan mana yang bisa menandingi ? tentu perusahaan yang anda kelola akan menjadi yang terbaik di kelasnya.
Untuk meraih hati pelanggan, tentu diperlukan sebuah proses kreatif dan terus menerus memperbaiki diri , baik dalam arti produk, cara memasarkan, maupun melayani para pelanggan. Disinilah diperlukan motivasi yang berbasis pada visi dan misi perusahaan. Dengan adanya motivasi yang jelas, dan terus-menerus memberi sentuhan semangat kepada para karyawan, kinerja perusahaan akan terus membaik. Tidak akan ada proses kreatif tanpa didasari motivasi untuk menjadi yang terbaik di bidang dan kelasnya.
Dari berbagai survey terhadap perusahaan-perusahaan yang punya nama besar tapi tiba-tiba terjun bebas ke arah kebangkrutan di dapat fakta bahwa para pimpinannya telah merasa mapan. Dan karena itu, motivasi untuk meraih hati pemakai produk atau pengguna jasa perusahaan tersebut mesti terus di tumbuhkembangkan. Mata dan telinga difungsikan, sedangkan mata hati dioptimalkan untuk melihat masa depan yang lebih baik.
Selain proses kreatif dan motivasi yang tiada henti, ada faktor X yang tak boleh dilewatkan. Yakni bersedekah. Perusahaan yang tak boleh pelit berbagi keuntungan yang diraihnya guna membantu masyarakat yang kurang beruntung. Inilah faktor X yang kurang disadari banyak pemimpin perusahaan. Ia ibarat Pupuk yang menumbuh suburkan tanaman ( perusahaan ).
Dalam Realitasnya, tidak ada orang atau perusahaan yang bangkrut gara-gara mengalokasikan sebagian keuntungan atau kekayaannya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sebab yang terbantu akan spontan mendoakan mereka yang memberi. (www.gemainsani.co.id)
| < Prev | Next > |
|---|
Berita ringan |










