Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Sejarah Berdiri
Pondok Modern Arrisalah Program Internasional Adalah lembaga pendidikan Islam ala pesantren, yang mendidik para santri sesuai dengan petunjuk Allah SWT, dan tuntunan Rasulullah SAW.Tugas utama pesantren meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan agama dan umum sebagai langkah awal untuk mencapai kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat.
Pondok Modern Arrisalah Program Internasional, dirintis oleh Drs. KH. Muhammad Ma’shum Yusuf Bin Taslim semenjak tahun 1982 dari nol, setelah tamat KMI dan IPD Gontor dan membantu mengajar di Pondok tersebut selama 20 tahun.
Diresmikan oleh Guru Beliau KH. Imam Zarkasyi (Pendiri dan Direktur KMI Pondok Modern Gontor) pada 26 Februari 1985, dengan nama “Madinatul Thullab” (Kota Santri), kemudian berkembang menjadi Pondok Modern Arrisalah Program Internasional.
Setelah sepeninggalan Kiyai Ma’shum pada tanggal 18 Juli 2020, kepengasuhan pondok ini dilanjutkan oleh putra sulung beliau yaitu KH. Muhammad Azharullah, Lc sampai sekarang.
Pondok
adalah lembaga pendidikan Islam ala pesantren Rasulullah SAW.
Modern
artinya bukan ala budaya barat tetapi berorientasi masa depan. Masa depan yang sebenarnya bukan hanya dunia tetapi akhirat,
yaitu husnu-l-khatimah di dunia, dan masuk surga di akhirat.
Arrisalah
artinya misi, wahyu atau kerasulan, yakni meneladani para Rasul untuk menyampaikan wahyu Allah SWT.
Program Internasional
maksudnya berencana dan berusaha sekuat tenaga untuk menggapai dunia, karena Islam adalah agama internasional dan rahmat bagi manusia sejagat. Allahu Akbar.
Pondok Modern Arrisalah Program Internasional
adalah sebuah nama dan sekaligus menjadi doa, tujuan, dan arah pendidikan.
(Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo)
Menjelang akhir hayatnya, ketika meresmikan Madinatu-th-Thullab (Kota Santri/Arrisalah 26 Februari 1985) :
“Beginilah perjuangan merintis pondok, Mekkah dulu juga bermula dari kayu bogor (pohon kelapa). Pondok ini untuk seribu tahun dan pondok ini bukan gerakan lokal. Teruskan! Kalau maju saya bantu, akan saya lihat perkembangannya tiga bulan lagi.”
Pesan Beliau sambil menangis dengan membawa 1 truk genting, Beliau wafat sebelum sempat menengok Arrisalah setelah peresmian itu.
